film en streaming sans limite 125 gratuitement
Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Bandar Sakong
Casino Online
Bandarq
Cara Daftar Sbobet
Cara Daftar Poker
Bandar Dominoqq Online Terpercaya
Agen Bola BandarQ Agen Bola BandarQ Online | Bandar Domino 99 | Domino Qiu Qiu | Domino Online agen poker | agen domino | domino online | agen qq | qq online | bandarq Domino168 Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online ,  Sakong Online ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya TahunQQ Agen Poker Domino99 AduQ BandarQ Online Terbaik situs Agen judi Poker Terpercaya Betting Online Terbaik
Bandar Judi Bola
Agen Bola, dan Agen Casino Online

NYAI AHMAD DAHLAN

0
( Haute Qualité )

NYAI AHMAD DAHLAN

 

Jenis Film : Drama
Produser : Dyah Kalsitorini, Widyastuti
Sutradara : Olla Ata Adonara
Penulis : Dyah Kalsitorini
Produksi : Iras Film

Menjadi pintar adalah impian sejak kecil Siti Walidah, lahir pada tahun 1872 di Kampung Kauman, Saat itu perempuan pergaulannya sangat terbatas dan tidak belajar di sekolah formal. Siti Walidah akhirnya menikah dengan KH Ahmad Dahlan, dan menjadi Nyai Ahmad Dahlan. Kyai Ahmad Dahlan adalah sosok lelaki yang sangat berfikiran maju dan mendukung istrinya untuk bersama membangun bangsa. Nyai Ahmad Dahlan dengan segala kecerdasannya ikut membesarkan Muhammadiyah mendampingi Kyai Ahmad Dahlan. Nyai Ahmad Dahlan mempunyai pandangan yang sangat luas. Hal itu diperoleh karena pergaulannya dengan para tokoh, baik tokoh-tokoh Muhammadiyah maupun tokoh pemimpin bangsa lainnya, yang kebanyakan adalah teman seperjuangan suaminya. Mereka antara lain adalah Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Bung Karno, Kyai Haji Mas Mansyur, dan lainnya.

Setelah Muhammadiyah berdiri, Nyai Ahmad Dahlan turut merintis kelompok pengajian demi pengajian untuk memberi ilmu agama pada semua wanita-wanita hingga berdiri organisasi “Aisyiyah”. Tak gampang membesarkan organisasi wanita pada zaman itu. Nyai Dahlan dan pengurus Aisyiyah berjuang memajukan perempuan yang bermanfaat untuk keluarga, bangsa dan negara. Menurut Nyai Ahmad Dahlan wanita sepadan perannya dengan laki-laki namun tidak boleh melupakan fitrahnya sebagai perempuan. Saat Jepang masuk ke Indonesia, beliau menentang penjajah Jepang dengan melarang warga menyembah dewa Matahari dan mendirikan dapur umum bagi para pejuang. Kehidupan Nyai bersama Kyai Ahmad Dahlan yang saling mendukung dalam membangun bangsa tergambar sangat indah. Bahwa cinta adalah landasan dalam menjalani hidup dan perjuangan.

Espace_Commentaire Voulez-vous faire un commentaire?